Tristia Riskawati Ubah Hobi Belajar Jadi Jalan Bantu Banyak Orang

Belajar Cermat – Tristia Riskawati tumbuh sebagai sosok yang menjadikan belajar sebagai bagian penting dalam hidupnya di setiap perjalanan hidupnya. Tristia Riskawati tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga menjadikan proses belajar sebagai sumber energi untuk berkembang dan memberi dampak bagi orang lain. Ia memulai perjalanan akademiknya di jurusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran sebelum melanjutkan studi magister di ITB melalui beasiswa LPDP. Ketertarikannya pada pengembangan diri membuatnya membangun startup Temali yang fokus pada isu pencarian potensi diri. Dari sana, ia semakin memahami bahwa banyak orang mengalami kebingungan dalam menentukan arah hidup dan karier. Pengalaman tersebut kemudian membawanya pada ide besar untuk menggabungkan pendidikan, riset, dan aksi sosial dalam satu ekosistem yang lebih luas dan berdampak.

Tristia Riskawati dan Lahirnya Gerakan Pijar Berdaya

Tristia Riskawati Ubah Hobi Belajar Jadi Jalan Bantu Banyak Orang

Tristia Riskawati melihat langsung bagaimana banyak anak dari keluarga prasejahtera kesulitan mengenali potensi diri mereka. Ia bersama suaminya kemudian membangun Pijar Berdaya sebagai bentuk solusi nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini memberikan beasiswa bagi anak anak kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Tidak hanya bantuan biaya, Pijar Berdaya juga memberikan pendampingan minat dan bakat, bimbingan belajar, serta penguatan kapasitas diri. Pendekatan ini membantu peserta memahami kemampuan mereka sebelum memilih jurusan kuliah. Banyak kasus menunjukkan bahwa pilihan pendidikan sering tidak sesuai dengan potensi individu sehingga berdampak pada kegagalan di tengah jalan. Melalui program ini, Tristia ingin memastikan setiap peserta memiliki arah yang lebih jelas dalam menentukan masa depan mereka.

Baca juga: “Disperindag Sumut Sidak Aroma Bakery, Temukan Dugaan Pelanggaran Mengejutkan!

Peran Pendidikan dalam Membentuk Arah Hidup dan Karier

Tristia Riskawati Ubah Hobi Belajar Jadi Jalan Bantu Banyak Orang

Pendidikan menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup Tristia Riskawati yang terus berkembang hingga saat ini. Ia percaya bahwa proses belajar tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi terus berjalan dalam kehidupan sehari hari. Pengalamannya di dunia startup dan sosial membuatnya semakin memahami pentingnya mengenali potensi diri sejak dini. Banyak anak muda yang mengalami kebingungan dalam menentukan karier karena tidak memahami kelebihan dan minat mereka. Kondisi ini sering menyebabkan kelelahan mental dan kegagalan dalam dunia kerja. Tristia kemudian mengembangkan pendekatan talents mapping untuk membantu individu memahami arah hidup yang lebih sesuai. Pendekatan ini juga diterapkan dalam program Pijar Berdaya agar peserta dapat mengambil keputusan pendidikan yang lebih tepat dan terarah berdasarkan kemampuan mereka sendiri.

Dampak Sosial dari Pijar Berdaya dalam Masyarakat

Pijar Berdaya memberikan dampak nyata dalam membantu anak anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan tinggi. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial tetapi juga pendampingan menyeluruh dalam proses pengembangan diri. Banyak peserta yang sebelumnya tidak memiliki gambaran masa depan kini mulai memahami potensi mereka. Tristia Riskawati melihat bahwa pendidikan dapat menjadi alat efektif untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga jika diarahkan dengan tepat. Program ini juga bekerja sama dengan lembaga lain untuk memperkuat proses bimbingan belajar dan seleksi jurusan kuliah. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya masuk ke perguruan tinggi tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menyelesaikan studi dengan baik. Dampak sosial ini memperlihatkan bahwa pendidikan dapat menjadi kunci utama dalam mengurangi kesenjangan ekonomi.

Perjalanan Akademik Tristia Riskawati dan Keputusan Melanjutkan Studi Doktoral

Perjalanan akademik Tristia Riskawati berlanjut hingga jenjang doktoral di Institut Teknologi Bandung setelah mendapatkan beasiswa LPDP kembali. Ia memilih bidang Perencanaan Wilayah dan Kota karena merasa relevan dengan isu pengentasan kemiskinan yang selama ini ia tekuni. Awalnya ia tidak pernah membayangkan akan melanjutkan studi hingga S3 karena menganggap dunia akademik identik dengan profesi dosen. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan dan proses refleksi, ia merasa bidang tersebut dapat memperkuat kontribusinya dalam isu sosial. Dukungan keluarga terutama suami menjadi faktor penting dalam keputusannya. Ia juga merasa bahwa lingkungan akademik yang ia jalani saat ini sangat mendukung perjalanan risetnya. Keputusan ini menjadi titik penting dalam hidupnya untuk memperdalam ilmu sekaligus memperluas dampak sosial yang ingin ia ciptakan.

Keseimbangan Peran Keluarga dan Aktivitas Sosial

Dalam menjalani aktivitas akademik dan sosial, Tristia Riskawati menerapkan pembagian peran yang fleksibel bersama suaminya. Keduanya saling mendukung dalam urusan pekerjaan rumah tangga agar semua aktivitas dapat berjalan seimbang. Pada waktu tertentu ia fokus menyelesaikan disertasi sementara di waktu lain ia mengurus kegiatan sosial Pijar Berdaya. Pola ini membantu menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Anak mereka juga sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan agar dapat melihat proses belajar dan kerja secara langsung. Tristia percaya bahwa lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Ia juga menekankan bahwa perempuan perlu terus belajar dalam berbagai bentuk baik formal maupun nonformal. Baginya, pertumbuhan diri adalah proses yang tidak pernah berhenti dan selalu berjalan sepanjang hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *